Anda dapat membuat crypto payment link tanpa membangun checkout sendiri atau mengintegrasikan API. Di GramPayBot, link manual dimulai sebagai invoice: pilih app, masukkan amount USD dan tujuan pembayaran, tambahkan referensi internal, buat invoice, lalu kirim hosted checkout URL kepada pembeli.
Panduan ini ditujukan kepada freelancer, agency, consultant, atau small business yang sudah menyetujui sale melalui chat/email dan ingin menagih sekarang. Untuk memahami kategorinya, baca cara kerja crypto payment link. Untuk memilih antara link dan raw address, lihat payment link vs wallet address.
Yang perlu disiapkan
Anda tidak memerlukan website, API key, atau QR generator. Anda memerlukan:
- Akun GramPayBot.
- App yang mewakili alur penjualan.
- Minimal satu receiving wallet terverifikasi dan payment route aktif.
Route menggabungkan token, network, dan merchant address. Satu app bisa menerima USDT pada TRON, yang lain USDC pada Base. Aktifkan hanya kombinasi yang dapat dioperasikan bisnis. Kami menerima USDT tanpa menyebut jaringan bukan instruksi lengkap.
GramPayBot tidak meminta private key. Pembeli mengirim langsung ke public wallet yang dikonfigurasi. Layanan menyediakan invoice, checkout, dan status tracking; revenue tidak masuk ke provider-controlled balance.
Contoh yang digunakan
Northstar Studio menagih 480 USD untuk monthly website support. Internal order adalah ORDER-5932, public description Monthly website support, dan private note ORDER-5932 · SEPTEMBER. Pelanggan akan membayar USDT pada TRON.
Nilai itu harus konsisten di setiap layar. Jika website, chat, dan invoice menampilkan data berbeda, pelanggan tidak memiliki source of truth.
1. Pilih app yang benar
Di cabinet buka Invoices → Create invoice. Di Telegram buka menu invoice dari app penerima. App menentukan wallet, token, dan network yang tersedia di checkout.
Untuk consulting sederhana, app Client payments bisa cukup. Pisahkan app bila brand, tim, atau operasi membutuhkan wallet dan record berbeda. Salah app dapat menampilkan receiving address atau route yang tidak sesuai.
Sebelum lanjut, periksa:
- nama app;
- enabled token set;
- network yang dibutuhkan;
- receiving address;
- akses tim ke wallet;
- kemampuan mengirim refund bila exception terjadi.
2. Masukkan nilai final dalam USD
Gunakan nilai komersial yang sudah disepakati: 480.00 USD pada contoh. Checkout menampilkan exact token amount untuk route pilihan pelanggan.
Jangan menghitung token amount lain di chat dan jangan membulatkan. Pembeli mengikuti angka checkout. Jika exchange memotong withdrawal fee, pastikan recipient receives tetap sama dengan amount.
Diskon, pajak, dan milestone harus dihitung di sales system sebelum invoice. Link mencatat kewajiban final, bukan proposal calculator.
3. Tulis public description yang jelas
Deskripsi ini terlihat oleh siapa pun yang membuka checkout dan harus membuat invoice mudah dikenali.
Contoh baik:
Monthly website support — SeptemberBrand identity — final milestoneProduct photography — order 184Website redesign — 50% deposit
Hindari hanya Payment, Invoice, atau USDT. Jangan masukkan personal data, syarat rahasia, atau komentar internal.
4. Tambahkan private note
Private note untuk pencarian dan koordinasi merchant. Simpan order ID, customer reference, proposal number, atau referensi percakapan. Contoh: ORDER-5932 · SEPTEMBER.
| Field | Contoh | Visibilitas |
|---|---|---|
| Amount | 480.00 USD | Pembeli dan merchant |
| Public description | Monthly website support | Pembeli dan merchant |
| Private note | ORDER-5932 · SEPTEMBER | Merchant saja |
| App | Northstar Studio | Checkout dan cabinet |
Catatan internal tidak menggantikan invoice ID unik, tetapi membantu tim menemukan konteks bisnis dengan cepat.
5. Buat invoice dan review checkout
Saat memilih Create invoice, sistem menghasilkan public ID, checkout URL, routes, status, dan expiry. Pada manual flow saat ini, invoice aktif 30 menit dan form tidak menyediakan custom expiry. Jika pelanggan tidak sempat membayar, buat invoice baru daripada meminta memakai link lama.
Buka URL sebelum mengirim dan cek:
- merchant/app benar;
- description dan USD total sesuai;
- hanya token/network yang operasional;
- timer aktif dan status
waiting; - exact amount serta recipient benar setelah route dipilih.
Antarmuka GramPayBot saat ini diambil dari produk dengan data sintetis. Situs merchant hanya contoh integrasi.
Situs merchant bersifat ilustratif; checkout dan dashboard adalah layar GramPayBot yang nyata dan terkini, diambil dengan data sintetis. Ketiganya memakai ORDER-5932, 480 USD, dan USDT/TRON untuk satu alur yang konsisten.
6. Kirim satu instruksi kanonik
Bagikan URL di channel tempat sale disepakati. Pesan memberi konteks, bukan menyalin alamat/network lain yang bisa bertentangan dengan checkout.
Template Telegram atau WhatsApp:
Payment link untuk monthly website support: [payment link] Sebelum mengirim, periksa network USDT, exact amount, dan address di checkout. Jika expired, minta invoice baru.
Template email:
Subject: Payment link — September website support Hi [name], Berikut checkout untuk tagihan 480 USD: [payment link] Pilih token dan network yang sama di wallet/exchange. Status akan diperbarui setelah payment yang sesuai dikonfirmasi.
Jangan menempelkan wallet address kedua di samping link. Dua sumber instruksi meningkatkan risiko pelanggan mengikuti data lama.
7. Jelaskan apa yang dilihat pembeli
Pembeli memeriksa purpose dan total, memilih token/network, lalu menerima exact amount, recipient, dan QR. Sebelum approve, mereka harus mencocokkannya dengan wallet atau exchange.
QR code mengurangi kesalahan copy tetapi tidak menjamin blockchain dipilih benar. Beberapa jaringan memakai format address serupa.
8. Pantau status sebelum fulfilment
- Waiting: belum ada qualifying payment. Jangan fulfil.
- Paid: transfer yang diharapkan sudah terhubung. Lanjutkan sesuai agreement.
- Expired: payment window habis. Review late payment dan buat invoice pengganti bila perlu.
- Cancelled: permintaan ditutup. Jangan gunakan kembali.
Pesan sudah bayar, screenshot, atau tx hash bukan pengganti paid status. Hash bisa milik invoice lain. Ikuti checklist verifikasi dan pencegahan screenshot palsu untuk exception.
Kesalahan umum
Menggunakan satu invoice untuk beberapa pelanggan
Buat satu request per obligation. Link unik memisahkan amount, purpose, status, dan transaction record.
Description terlalu umum
Pelanggan harus mengenali permintaan tanpa kembali ke chat. Sebut produk, layanan, atau milestone.
Menganggap token adalah network
USDT dan USDC ada di beberapa blockchain. Kombinasi checkout harus dipilih persis pada wallet/exchange.
Mengirim link expired
Amount atau syarat bisa berubah. Buat invoice baru dan tarik kembali link lama.
Fulfil berdasarkan screenshot
Tunggu paid atau jalankan exception process yang berwenang. Gambar tidak membuktikan recipient, contract, dan confirmations.
Kapan memakai API?
Manual link cocok saat seseorang menegosiasikan dan membuat setiap tagihan. API serta signed webhook lebih tepat ketika order lahir otomatis, customer account harus diaktifkan tanpa operator, atau volume terlalu besar untuk pemantauan manual.
Anda bisa mulai manual lalu mengotomasi. Hosted checkout dapat tetap sama; yang berubah adalah siapa membuat invoice dan bagaimana hasil masuk ke sistem bisnis.
Buat payment link pertama
Pilih app, masukkan final amount, tulis public description yang dikenali dan private note yang dapat dicari. Review checkout, kirim satu URL, lalu pantau invoice alih-alih mengejar bukti di chat.
Buka GramPayBot di Telegram, lihat alur lengkap payment links dan invoices, atau periksa harga saat ini.
Langkah berikutnya
Buat tautan pembayaran kripto yang terlacak
Buat invoice USDT atau USDC, kirim hosted checkout, dan pantau status tanpa API.
Lihat tautan pembayaran →